Detail Berita
Menaklukkan Waktu Sejak Dini: Upacara Bendera SD IT Annida Sokaraja Tanamkan Disiplin dan Kesadaran Hidup
Bertindak selaku pembina upacara, Ustadz Yusuf Sabiq Zaenudin, S.Pd.I., Kepala SD IT Annida Sokaraja, membuka kegiatan dengan sapaan hangat dan tanya kabar kepada seluruh peserta upacara. Interaksi sederhana namun bermakna ini langsung mencairkan suasana dan membangun koneksi emosional antara pembina dan peserta upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Yusuf juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada petugas upacara yang telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh keberanian, serta percaya diri. Barisan peserta upacara tampak rapi, tertib, dan siap, mencerminkan pembiasaan positif yang terus tumbuh di lingkungan sekolah.
Amanat upacara kali ini mengangkat tema kuat dan relevan: “Disiplin Waktu”. Sebelum masuk pada inti pesan, pembina upacara kembali menyapa dan mengecek semangat masing-masing kelas melalui tepuk semangat bersama, menciptakan atmosfer yang hidup namun tetap berwibawa.
Dalam amanatnya, Ustadz Yusuf menegaskan bahwa waktu adalah amanah besar dari Allah SWT. Allah sendiri bersumpah atas nama waktu dalam Al-Qur’an—seperti waktu fajar, duha, asar, dan lainnya—sebagai tanda betapa agung dan berharganya waktu dalam kehidupan manusia. Ia mengutip pesan Imam Asy-Syafi’i yang masyhur, bahwa waktu itu ibarat pedang; jika tidak digunakan dengan baik, maka ia akan menebas kita.
Pesan tersebut diperkuat dengan mahfudzot tentang waktu yang menekankan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak akan pernah bisa diulang. Karena itu, setiap hari harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Secara khusus, amanat ini diarahkan kepada peserta didik kelas 6 yang tinggal menghitung bulan menuju kelulusan, agar lebih sadar, fokus, dan maksimal dalam mempersiapkan masa depan.
Lebih jauh, Ustadz Yusuf mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sehingga setiap detik yang dimiliki hendaknya diisi dengan kebaikan, ketaatan, dan karya yang bermakna. Sebagai penguat pesan, beliau melantunkan syair lagu yang sarat nasihat:
Syair tersebut menggugah kesadaran peserta upacara bahwa masa muda adalah fase emas yang tidak boleh disia-siakan.
Amanat ditutup dengan pernyataan reflektif yang penuh makna: “Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya.” Sebuah pesan tajam namun jujur, bahwa siapa yang mampu memanfaatkan waktunya dengan disiplin dan kesungguhan, dialah yang akan menjadi bagian dari orang-orang yang mengisi zamannya dengan kebaikan.
Upacara berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan, meninggalkan kesan mendalam serta motivasi nyata bagi seluruh peserta untuk lebih menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari.