Detail Berita

Foto

Terbentur untuk Terbentuk: Amanat Inspiratif Ustadz Nailurrobikh, S.Pd. Mengajarkan Keuletan melalui Filosofi Sebuah Paku di Upacara Bendera SD IT Annida Sokaraja

Sokaraja, 27 Juli 2026 - Suasana pagi yang cerah mengiringi pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman SD IT Annida Sokaraja pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 07.20–08.00 WIB. Kegiatan rutin yang menjadi bagian dari pendidikan karakter ini berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat nilai-nilai kebangsaan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ustadz Nailurrobikh, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD IT Annida Sokaraja, menyampaikan amanat yang inspiratif dengan tema:

"Terbentur untuk Terbentuk: Belajar Keuletan dari Sebuah Paku"

Upacara ini bukan sekadar rutinitas setiap hari Senin, tetapi menjadi momentum penting untuk menanamkan rasa nasionalisme, membangun kedisiplinan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Yang menarik pada pelaksanaan upacara kali ini adalah regenerasi petugas upacara. Seluruh petugas berasal dari Ananda Kelas 5 Al-Ghaffar sebagai generasi baru petugas upacara Tahun Pelajaran 2026/2027, sedangkan Paduan Suara diisi oleh Ananda Kelas 6 Al-Fattah (Putri).

Program regenerasi ini merupakan salah satu agenda pembinaan karakter yang secara konsisten dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada setiap awal tahun pelajaran. Melalui kesempatan ini, peserta didik diberikan ruang untuk belajar memimpin, bertanggung jawab, berani tampil di depan umum, serta mengembangkan rasa percaya diri sejak dini.

Sebelum amanat dimulai, Ustadz Nailurrobikh menyapa seluruh peserta upacara dengan hangat melalui pertanyaan sederhana mengenai kabar mereka pagi itu. Sapaan tersebut langsung dijawab dengan penuh semangat oleh seluruh peserta upacara sehingga suasana menjadi lebih hidup dan penuh energi positif.

Beliau kemudian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas upacara yang telah melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh peserta upacara yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Sebuah Paku yang Mengajarkan Makna Kehidupan

Dalam amanatnya, Ustadz Nailurrobikh mengajak seluruh peserta upacara belajar dari sebuah benda sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebuah pakuBeliau memperlihatkan dua buah paku kepada seluruh peserta upacara: satu paku yang lurus dan satu lagi paku yang bengkok.

Melalui ilustrasi sederhana tersebut, beliau menjelaskan bahwa ketika sebuah paku yang lurus dipukul oleh palu, paku itu justru semakin kuat menancap ke dalam kayu. Benturan demi benturan membuatnya semakin kokoh sehingga mampu menyatukan berbagai bagian menjadi bangunan yang bermanfaat. Sebaliknya, paku yang sejak awal bengkok tidak mampu menahan benturan. Sekali dipukul, ia semakin melengkung, kehilangan fungsinya, bahkan akhirnya dibuang karena tidak dapat digunakan. Analogi sederhana tersebut menjadi gambaran nyata tentang karakter manusia. Benturan bukanlah alasan untuk berhenti, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih kuat.

Kepercayaan adalah Kesempatan Emas

Beliau kemudian mengajak seluruh peserta didik merenungkan berbagai amanah yang sering diberikan oleh guru di sekolah.

- Menjadi petugas upacara.

- Menjadi pengurus kelas.

- Menjadi ketua kelompok.

- Mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan.

- Maupun berbagai tanggung jawab lainnya.

Semua itu bukanlah beban, melainkan kepercayaanKepercayaan adalah hadiah berharga yang hanya diberikan kepada orang-orang yang diyakini mampu berkembang. Beliau menegaskan bahwa setiap amanah merupakan proses pembentukan karakter. Anak yang berani menerima tantangan akan semakin matang. Sebaliknya, mereka yang selalu menghindari tanggung jawab akan kehilangan banyak kesempatan untuk bertumbuh.

Jangan Takut Salah, Jangan Takut Gagal

Salah satu pesan yang paling mengena dalam amanat tersebut adalah ajakan agar seluruh peserta didik tidak takut menghadapi kegagalan. Beliau mengingatkan bahwa:

- Kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

- Rasa gugup adalah tanda bahwa seseorang sedang bertumbuh.

- Latihan yang melelahkan akan melahirkan kemampuan.

- Disiplin akan melahirkan prestasi.

- Keberanian muncul karena sering mencoba, bukan karena tidak pernah takut.

Tidak ada orang hebat yang lahir tanpa latihan. Tidak ada pemimpin besar yang langsung berhasil pada percobaan pertama. Semua orang hebat pernah mengalami rasa takut, pernah gagal, pernah jatuh, tetapi mereka memilih untuk bangkit dan terus mencoba.

Terbentur untuk Terbentuk

Sebagai penutup, Ustadz Nailurrobikh mengutip kalimat legendaris dari Pahlawan Nasional Tan Malaka:

"Terbentur, Terbentur, Terbentur, Terbentuk."

Beliau menjelaskan bahwa kalimat tersebut mengandung makna yang sangat dalam. Seseorang tidak akan menjadi pribadi yang tangguh tanpa proses. Sebagaimana besi ditempa api agar menjadi kuat. Sebagaimana paku dipukul agar mampu menancap kokoh. Begitu pula manusia. Kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, latihan, kegagalan, rasa malu, dan berbagai ujian kehidupan agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih dewasa, lebih mandiri, dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Beliau mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan setiap tantangan sebagai batu loncatan menuju masa depan yang lebih gemilang.

Poin-Poin Amanat Upacara

✨ Jadilah seperti paku yang lurus: semakin ditempa, semakin kokoh.

✨ Jangan pernah menolak kesempatan untuk belajar.

✨ Amanah adalah bentuk kepercayaan yang harus dijaga.

✨ Berani tampil adalah awal dari lahirnya rasa percaya diri.

✨ Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah guru terbaik.

✨ Disiplin dan latihan akan mengalahkan rasa takut.

✨ Tantangan bukan penghalang, melainkan proses pembentukan karakter.

✨ Keuletan, kerja keras, dan pantang menyerah adalah bekal menuju kesuksesan.

✨ Setiap anak memiliki potensi menjadi pemimpin jika mau belajar dan terus berkembang.

✨ Jadilah generasi yang religius, cerdas, humanis, mandiri, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Upacara bendera pagi itu ditutup dengan penuh semangat dan memberikan energi positif bagi seluruh warga sekolah. Melalui amanat yang sederhana namun penuh makna, diharapkan seluruh peserta didik semakin berani menerima tantangan, siap mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan berakhlak mulia. Semoga setiap langkah kecil yang dimulai hari ini menjadi bekal untuk melahirkan generasi masa depan yang mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.


Lampiran Susunan Petugas Upacara

SD IT Annida Sokaraja

Tahun Pelajaran 2026/2027 – Semester Ganjil
Kelas 5
Senin, 27 Juli 2026

🧑🏻‍🏫 Pembina Upacara
Ustadz Nailurrobikh, S.Pd.

💻 Operator
Ustadz Aji Anggara, S.Pd.

🎼 Dirijen
Ustadzah Nadiya Setya Indriyani, S.Pd.Gr.

📸 Dokumentasi
Tim Media Sekolah

🎤 Paduan Suara
Kelas 6 (Putri)

🎙 MC
Hanimta Fairuz Zuraida Ismoyo

🤲🏻 Pembaca Doa
Fatimah Shakila Hanum

📜 Pembawa Teks Pancasila
Habrizi Gandhi

💂🏻‍♀️ Pemimpin Upacara
M. Lano Mirza Putrasukma

💂🏻 Komandan Peleton 1
M. Ghani Alfarizi

💂🏻 Komandan Peleton 2
Ibnu Rahman Ibrahim

📝 Pembaca Ikrar Pelajar
Devandra Raffasya Atharizz

📖 Pembaca UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Rajendra Nararya Raffiansyah

Pasukan Pengibar Bendera

  1. Khaira Abidah Putri

  2. Sharletta Ranya Farren

  3. Kenes Nararya Prabowo


Tagline

"Karakter hebat tidak lahir dari kemudahan, tetapi dari keberanian menghadapi setiap benturan. Terus belajar, terus bertumbuh, dan jadilah generasi SD IT Annida Sokaraja yang Religius, Cerdas, Humanis, serta siap mengukir prestasi untuk Sekolah Tercinta."