Detail Berita

Foto

Pesan Ustadzah Yuli: Spirit Tolabul Ilmi Menggema di Upacara Senin SD IT Annida Sokaraja

Sokaraja — Halaman SD IT Annida Sokaraja kembali dipenuhi suasana khidmat dan penuh semangat pada pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, Senin (26/01/2026). Kegiatan rutin ini menjadi momen penting dalam menanamkan nilai cinta tanah air sekaligus membangun karakter disiplin dan tanggung jawab bagi seluruh peserta didik.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ustadzah Yuli Ernawati, S.Pd.I.Gr., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, membuka rangkaian kegiatan dengan sapaan hangat dan tanya kabar kepada petugas serta peserta upacara. Suasana terasa akrab namun tetap tertib. Beliau juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas upacara yang telah menjalankan tugas dengan baik, berani, dan penuh percaya diri.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian dengan penuh kesungguhan, mencerminkan kesiapan dan kedisiplinan yang semakin matang dari waktu ke waktu.

Dalam amanatnya, Ustadzah Yuli mengangkat tema “Spirit Tolabul Ilmi”—semangat menuntut ilmu. Beliau mengawali amanat dengan memastikan kondisi kesehatan seluruh peserta, lalu memuji kerapian barisan dan kesiapan pasukan upacara. Dengan gaya komunikatif, beliau bertanya kepada peserta didik, “Sebelum kalian ke sekolah, niatnya mau ngapain?” Beragam jawaban pun muncul: ingin belajar, bermain dengan teman, menuntut ilmu, hingga bertemu sahabat.

Melalui dialog tersebut, Ustadzah Yuli menegaskan bahwa sekolah adalah tempat utama untuk menuntut ilmu. Ilmu bukan hanya membawa pengetahuan, tetapi juga pahala. Menuntut ilmu adalah ibadah, dan setiap langkah menuju sekolah bernilai kebaikan jika diniatkan dengan benar.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam proses belajar, tidak semuanya terasa nyaman. Kadang ada teguran dari ustadz atau ustadzah, tuntutan disiplin waktu, bahkan hukuman ketika melakukan kesalahan. Namun semua itu adalah bagian dari pendidikan karakter dan pelajaran kehidupan yang tak ternilai. “Selain pelajaran di buku, kalian juga belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan kedewasaan,” tegas beliau.

Mengutip pepatah Arab, man jadda wa jadda—siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil—Ustadzah Yuli mengajak seluruh peserta untuk tidak malas-malasan dalam menuntut ilmu. Ia pun menyapa peserta dengan pertanyaan reflektif, “Kalau ingin mencapai cita-cita, apa yang harus dilakukan?” Jawabannya tegas: bersungguh-sungguh, konsisten, dan tidak mudah menyerah.

Amanat ditutup dengan motivasi agar seluruh ananda memiliki niat yang lurus, semangat belajar yang tinggi, dan tekad kuat dalam meraih cita-cita. Upacara hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan penguat nilai bahwa masa depan dibangun dari kesungguhan hari ini.

Tagline:
Menuntut Ilmu dengan Hati, Meraih Masa Depan dengan Prestasi.