Detail Berita

Foto

Asah Koordinasi, Tumbuhkan Potensi: Kegiatan Khusus Inklusi Semester II SD IT Annida Sokaraja

Sokaraja - Mengawali semester genap dengan semangat baru, Program Kegiatan Khusus Inklusi SD IT Annida Sokaraja resmi digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program inklusi Semester II yang kali ini memfokuskan pada penguatan sensorik motorik, khususnya koordinasi motorik halus antara tangan dan mata.

Acara dimulai dengan pembukaan hangat oleh MC, Ustadzah Sugiyanti, yang langsung mencairkan suasana. Sebelum memasuki sesi inti, para peserta diajak melakukan ice breaking bersama Ustadzah Lailatul Janah, S.Pd. melalui aktivitas tepuk tangan berirama yang dipadukan dengan gerak dan lagu. Suasana pun terasa hidup, anak-anak terlihat antusias dan siap mengikuti rangkaian kegiatan.

Sesi utama dipandu oleh Koordinator Inklusi, Ustadzah Rully Widiarini, S.K.M. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara singkat namun padat mengenai pentingnya kegiatan sensorik motorik bagi tumbuh kembang anak.
“Kegiatan sensorik motorik merupakan aktivitas yang melibatkan kerja indra—seperti penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa—yang dipadukan dengan gerakan tubuh, baik kasar maupun halus. Semua ini bertujuan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal,” tutur Ustadzah Rully.

Beliau juga memaparkan contoh-contoh motorik halus seperti mengenali tekstur, membentuk pola, melatih otot jari dan tangan, merapikan mainan, hingga memungut benda kecil. Sementara motorik kasar meliputi aktivitas memukul, menendang, menangkap, serta melatih keseimbangan. Tidak lupa, aspek sensorik lainnya seperti pengenalan rasa, aroma, tekstur makanan, dan membedakan suara juga menjadi bagian penting dalam stimulasi anak.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat alat peraga untuk permainan koordinasi mata dan tangan. Anak-anak dan para pendamping memulai dengan menggunting kertas origami dua warna berbeda yang dibentuk menjadi kotak-kotak kecil. Warna yang berbeda ini berfungsi untuk membedakan sisi kanan dan kiri. Kotak-kotak tersebut kemudian ditempelkan secara acak pada selembar kertas, dengan susunan 1–3 kotak per baris pada sisi kanan dan kiri yang berbeda warna dan jumlah. Proses menggunting dan menempel ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dirancang untuk melatih otot tangan dan jari anak-anak.

Setelah alat peraga selesai, anak-anak mengikuti permainan koordinasi tangan dan mata yang dipandu oleh para ustadzah. Permainan dilakukan secara bertahap dari baris pertama hingga baris ke-8 atau ke-9. Hasilnya beragam—ada anak yang mampu mengikuti instruksi dengan tepat dan menunjukkan jari sesuai perintah, ada pula yang masih perlu pendampingan. Namun semua proses itu diterima dengan penuh apresiasi, karena setiap anak memiliki kondisi dan tahapan perkembangan yang berbeda. Kegiatan ini bertujuan melatih ketepatan koordinasi antara mata dan tangan agar selaras dengan instruksi yang diberikan.

Dalam sambutannya, Ustadzah Rully Widiarini, S.K.M. menyampaikan harapannya,
“Latihan seperti ini sebaiknya dilakukan secara berulang, terutama bagi anak-anak yang masih belum bisa mengikuti dengan optimal. Tidak masalah jika hari ini belum sempurna. Yang penting prosesnya berjalan dan anak-anak terus dilatih agar ke depannya menjadi lebih terampil, mandiri, dan percaya diri. Kita ingin mereka berkembang sesuai potensi terbaiknya.”

Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sambil menampilkan hasil karya alat peraga buatan anak-anak. Wajah-wajah ceria dan penuh bangga pun menghiasi momen tersebut.

Menjelang akhir acara, anak-anak kembali diajak bergerak melalui permainan senam otak yang diiringi musik dan dipandu para pendamping. Suasana semakin semarak, sekaligus menjadi penutup yang menyenangkan sebelum acara resmi ditutup oleh MC dengan pesan penuh harap agar anak-anak terus semangat mengikuti kegiatan inklusi berikutnya.

Tagline Penutup:
Melatih koordinasi hari ini, menumbuhkan kemandirian esok hari—karena setiap anak berhak berkembang sesuai potensinya.